Balai Adat Pulau Penyengat Simpan Banyak Jejak Sejarah Melayu
GOTVNEWS, Tanjungpinang - Beragam objek wisata yang ada di pulau Penyengat. Pulau yang dikenal sebagai mas kawin Sultan kepada Permaisurinya ini menyimpan banyak jejak sejarah, salah satunya adalah bangunan adat melayu yang diberi nama Balai Adat Indra Perkasa.
Pulau Penyengat merupakan objek wisata di Kepulauan Riau, di pulau ini terdapat berbagai objek wisata, objek wisata yang tak kalah menarik yakni bangunan Balai Adat melayu.
Meski bangunan ini merupakan replika,namun gedung Balai Adat dibangun sesuai dengan bentuk aslinya.
Bangunan berbentuk rumah panggung khas melayu ini terbuat dari kayu. Balai Adat difungsikan untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting, juga sebagai tempat acara penabalan gelar oleh lembaga adat melayu setempat.
Bangunan ini dibangun pada tahun 1985 yang terletak di Kampung Ladi, pulau Penyengat.
Bentuk bangunan Balai Adat merupakan jenis bangunan tradisional melayu Selasa Jatuh Kembar, selain bangunan utama juga terdapat bangunan kecil pendukung sebanyak 4 buah.
Di dalam gedung, pengunjuk dapat melihat tata ruang dan beberapa benda perlengkapan adat resam melayu, serta berbagai perlengkapan atraksi kesenian yang digunakan untuk menjamu tamu-tamu tertentu.
Disini juga memberi akses pengunjung untuk mencoba pakaian adat melayu, dan mengabadikan momen tersebut dalam dokumentasi.
Selain dibagian dalam, ternyata di bagian bawah Balai Adat ini terdapat sumur air tawar yang konon sudah berabad lamanya dan sampai sekarang airnya masih mengalir dan dapat langsung diminum.
Untuk sampai ke Balai Adat ini, anda dapat menggunakan alat transportasi berupa becak motor atau yang dikenal Bentor, dengan estimasi waktu sekitar 5 menit.
Sebelumnya, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad melakukan pertemuan dengan camat, lurah, para Ketua RT, Ketua RW, ketua organisasi, tokoh masyarakat dan tokoh agama menyampaikan rencana penataan kawasan Pulau Penyengat di Balai Adat Pulau Penyengat.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Ansar memaparkan rencana penataan Pulau Penyengat. Proyek penataan ini nantinya akan melibatkan banyak pihak karena di dalamnya ada situs sejarah yang perlu dijaga keasliannya.
"Beberapa sarana pendukung di Pulau Penyengat akan kita revitalisasi tanpa mengubah situs cagar budaya yang ada. Karena itu hari ini kita bertemu dengan para tokoh masyarakat di Penyengat untuk membahas lebih lanjut tentang rencana tersebut," kata Ansar.(Drl)


Comments