Bintan Terima Penghargaan Kota Layak Anak Lima Kali Berturut

Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan. f. istimewa.

GOTVNEWS, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Penghargaa, Selasa (24/8/2022).

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) kembali menganugerahi Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2022 kepada 320 Kabupaten/Kota, yang terdiri dari delapan (8) Utama, enam puluh enam (66) Nindya, seratus tujuh belas (117) Madya, dan seratus dua puluh satu (121) Pratama.

Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan bahwa penghargaan ini tentu juga akan menjadi penyemangat agar lebih giat lagi dalam mendukung kelompok anak, pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan bagi semua anak di Kabupaten Bintan. Ia yakin bahwa generasi muda sebagai penerus pembangunan akan tumbuh menjadi generasi yang siap guna dan berdaya saing.

"Mewujudkan hal itu tentu perlu perhatian lebih. Salah satunya dengan memenuhi indikator sebagai tempat yang layak bagi anak. KLA ini bukan berarti semua kebijakan kita berhenti di sini, masih banyak inovasi dan terobosan yang akan dilahirkan demi majunya anak-anak Bintan," ujar Roby usai menerima penyeragan Piala KLA.

Roby menyatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja sama dan kekompakkan semua instansi terkait dan prestasi membanggakan ini harus terus ditingkatkan.

"Alhamdulillah, Kabupaten Bintan lima kali berturut-turut sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dari tahun 2017 hingga 2022. karena Covid-19 di tahun 2020 gelaran tersebut ditiadakan," tutupnya.

Sementara itu korban kekerasan terhadap anak di Bintan hingga Agustus 2022 ini berjumlah 30 anak dari 23 kasus yang terjadi di tahun ini. Data tersebut diungkapkan Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AKB Bintan, Dewi Damayanti di kantor Bupati Bintan, Rabu lalu.

“Hingga bulan ini, total kasus kekerasan terhadap anak sudah mencapai 23 kasus dengan jumlah korban sebanyak 30 anak,” kata Dewi.

Jika dibandingkan tahun 2021 lalu, jumlah kasus kekerasan anak di Bintan sepanjang tahun 2021 mencapai 35 kasus dengan jumlah korban sebanyak 35 anak.

“Tahun ini, jumlah korban banyak karena kasus pedofilia yang di Tanjunguban kemarin ada 6 orang,” sebutnya.

Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di Bintan, tidak terlepas dari peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap pergaulan anaknya. Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi saat ini yang membuat anak-anak dengan mudah mengakses konten-konten yang tidak sesuai dengan usianya.

“Jadi pengawasan orang tua terhadap anaknya sangat penting, karena gadget ini memudahkan anak-anak kita mengakses konten-konten yang sebenarnya bukan untuk usia mereka,” jelasnya.(Mhd)

Comments