Harga Test SWAB PCR Turun
GOTVNEWS, TANJUNGPINANG - Melalui rekomendasi dari Presiden RI Joko Widodo kepada Kemenkes RI, untuk menurunkan tarif tes SWAB PCR, yang dinilai cukup mahal bagi warga, akhirnya kebijakan ini juga diikuti oleh pemerintah daerah, yang segera mengeluarkan edaran terkait penurunan tarif tes Covid 19 tersebut.
Sebagai metode pengujian Covid 19 yang paling efektif, tes SWAB PCR merupakan tes Covid 19 yang akurat sehingga dibanderol dengan harga tinggi, seharga Rp.900.000 untuk sekali test. Harga tersebut dinilai membebani warga yang ingin melakukan tracing atau yang ingin melakukan perjalanan dalam negeri dan diwajibkan memiliki surat PCR negatif sebagai syarat wajibnya.
Atas pertimbangan tersebut, saat ini pemerintah mulai menurunkan harga tes PCR yang awalnya Rp.900.000 kini menjadi Rp.525.000 .
Menanggapi hal ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyebutkan pihaknya telah memberikan perintah kepada Dinas Kesehatan dan Satgas Covid 19 kepri, untuk segera mengeluarkan aturan tentang harga tes PCR di Kepri.
Kendati adanya penurunan harga, Ansar menekankan agar masyarakat tetap menahan diri untuk melakukan mobilitas yang tidak penting, sebab dengan membatasi mobilitas, kepri terbukti mengalami penurunan kasus sejak berlakunya PPKM level 4 hingga level 3.
Sementara itu, salah satu pihak penyedia layanan tes SWAB PCR di Tanjungpinang, yakni Klinik Intan Medika yang terletak di Jalan Ir Juanda, menyebutkan akan mengikuti aturan tarif yang telah ditentukan pemerintah.
Baca Juga : TNI AL dan Relawan Covid 19 Lakukan Tracing Melalui Antigen Murah
Seperti yang disampaikan oleh Dokter Rayhan, pengelola klinik, yang mengaku sejak diturunkan harga PCR, minat warga cenderung tinggi namun belum menunjukkan angka yang signifikan, yakni hanya 10 hingga 20 orang per harinya.
Diharapkan, turunnya harga tes SWAB PCR tidak menjadi bumerang bagi angka kasus Covid 19 di negeri ini, lantaran dengan murahnya tes PCR dikhawatirkan keleluasaan warga melakukan perjalanan justru lebih tinggi, jika tidak dimanfaatkan secara bijaksana maka berpotensi pada naiknya kasus Covid klaster perjalanan kembali.(Drl)


Comments