Pencari Suaka Kembali Unjuk Rasa
GOTVNEWS TANJUNGPINANG - Ratusan orang pencari suaka kembali menggelar aksi demonstrasi dan meminta UNHCR segera memindahkan mereka ke negera ketiga. Pengungsi asal Afghanistan ini khawatir jika tidak di pindahkan, maka akan banyak lagi teman mereka yang bunuh diri, akibat depresi karena terlalu lama berada di penampungan.
Dengan menggunakan beberapa angkutan umum, sekitar 200 orang pengungsi asal Afghanistan tiba di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, pengunjuk rasa segera membentangkan spanduk dengan berbagai macam tuntutan mereka yang dituju kepada UNHCR.
Bahkan saat melakukan aksi, kali ini mereka membawa anak dan istri mereka juga untuk ikut turun ke lokasi aksi, dan alhasil salah satu pencari suaka terjatuh pingsan, lantaran tidak tahan terlalu lama berdiri dibawah terik sinar matahari.
Aksi yang kesekian kali nya ini dilakukan dengan tujuan yang sama, yakni mereka menuntut agar segera di pindahkan ke negera ketiga untuk melanjutkan kehidupan. Mereka juga khawatir, diantara mereka kembali akan mengakhiri hidup dengan berbagai cara akibat tekanan batin yang terlalu lama berada di Penampungan, tepatnya di Bhadra Hotel, Kabupaten Bintan.
Selama ini, sebanyak 15 orang diantara mereka yang melakukan bunuh diri akibat depresi, akibat terlalu lama menunggu kabar perpindahan ke negera ketiga dan di tambah lagi tidak bisa menghubungi keluarga.
Baca Juga : Ansar Kembali Percayakan PJ Sekda Kepada Lamidi
Sementara itu, Kapolsek Bukit Bestari,AKP Adi Sumardi mengatakan,mereka diberikan batas waktu untuk menyampaikan tuntutan mereka selama satu jam lantaran aksi yang mereka lakukan tidak mendapatkan izin lokasi. Setelah batas waktu yang diberikan selesai, mereka di minta untuk membubarkan diri secera tertib dan kembali ke penampungan di Hotel Bhadra, Kabupaten Bintan.
Ratusan pencari suaka ini sebelum nya telah melakukan audiensi beberapa kali bersama dengan pihak UNHCR. Namun dalam audiensi tersebut mereka menilai belum mendapatkan titik terang dan kepastian perpindahan mereka ke negara ketiga.(Drl)


Comments