Warga Lereng Semeru Pilih Tidak Tidur Takut Erupsi Susulan dan Cegah Pencurian
GOTVNEWS, Lumajang- Ditengah bencana alam gempa Cianjur yang masih kental menyisakan duka, hingga gempa Garut yang baru saja mengagetkan masyarakat. Bencana alam kembali muncul di Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, mengalami erupsi pada Minggu lalu.
Erupsi Gunung Semeru, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali terjadi pada Minggu (4/12/2022) pukul 02.46 WIB dini hari membuat warga panik hingga mengalami trauma.
Erupsi yang terjadi di gunung semeru itu sempat menghasilkan kolom abu setinggi 5.176 meter di atas permukaan laut atau 1.500 meter di atas puncak gunung.
Tak hanya itu, erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa ini turut menyebabkan gempa awan panas yang disusul gempa letusan sebanyak 13 kali.
Akibatnya, sebanyak 51 orang diketahui meninggal dunia, 169 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dan 22 orang sempat dilaporkan hilang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru dari sebelumnya di Level III atau Siaga, kini naik menjadi Level IV atau Awas terhitung sejak Minggu pukul 12.00 WIB.
Hal tersebut lantas membuat warga di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang memilih untuk tidak tidur lantaran khawatir adanya erupsi susulan.
Serta, warga trauma saat erupsi Gunung Semeru tahun lalu, banyak rumah mereka dimasuki maling saat berada di pengungsian. Sehingga, warga pun mulai berjaga malam untuk mencegah terjadinya upaya pencurian.
Erupsi Gunung Semeru diketahui saat ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Senin (5/12/2022). Untuk itu, masyarakat diminta agar tetap mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. (Frh)


Comments